Industri aesthetic medicine di Indonesia tumbuh pesat, demikian pula tuntutan standar keselamatan. Tren global saat ini jelas: prosedur estetik yang didukung ultrasonografi (ultrasound-guided aesthetic) memberikan presisi lebih tinggi dan risiko lebih rendah dibandingkan teknik tanpa visualisasi.
Mengapa Sonoanatomy Penting?
Wajah dan leher memiliki lapisan jaringan yang kompleks — kulit, subkutan, SMAS, otot mimik, hingga struktur vaskular vital. Komplikasi serius seperti oklusi vaskular (vascular occlusion) sebagian besar dapat dicegah dengan pemahaman sonoanatomy yang baik: mengenali lokasi arteri facial, arteri temporal, dan jalur anastomosis sebelum menyuntik.
Presisi dalam Asesmen dan Perencanaan
Ultrasound memungkinkan klinisi memetakan lapisan jaringan, menilai kedalaman injeksi filler atau regeneratif, mengevaluasi hasil sebelumnya, dan merancang rencana terapi yang lebih akurat. Pendekatan sistematis seperti PRECISE® Method menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk asesmen ultrasound dalam praktik estetik.
Standar Baru bagi Klinik Aesthetic
Klinik dengan praktik berbasis ultrasound menawarkan nilai lebih: keamanan terdokumentasi, presisi, dan kepercayaan pasien yang lebih tinggi. Bagi dokter spesialis dermatologi (Sp.DVE), bedah plastik, dan praktisi aesthetic medicine, kompetensi ini menjadi pembeda profesional yang nyata.
Pelatihan Praktik Terbimbing
Workshop Ultrasound for Aesthetic with PRECISE® Method dalam Pre-Conference ICN & iCORE 2027 (5 Desember 2026, IMERI FKUI Jakarta) mengulas aesthetic sonoanatomy, asesmen berbasis ultrasound, metode PRECISE®, perencanaan klinis, dan praktik scanning terbimbing. Instruktur: dr. Nur Hamam Prakosa, MMR, Sp.An, FIP dan dr. Wisnu Triadi Nugroho, M.Ked.Klin., Sp.DVE.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif untuk tenaga medis dan bukan pengganti konsultasi klinis.